Followers

Wednesday, April 27, 2011

Hukum berkhatan lelaki dan perempuan


Kebanyakan kita hanya tahu atau rasa bertanggungjawab untuk mengkhatan anak-anak lelaki sahaja. Dizaman moden sekarang tidak ramai yang tahu atau sedar tentang keperluan berkhatan untuk anak-anak perempuan, banyak anak-anak perempuan sekarang yang membesar menjadi anak dara atau isteri-isteri yang tidak dikhatan. Apakah ini salah satu dari banyak punca-punca yang menjadikan anak-anak gadis sekarang sukar dikawal???
Suatu kajian oleh pakar perlu dilakukan apakah ini ada kaitan dengan masalah sosial yang melambak sekarang, seperti perzinaan, anak diluar nikah atau isteri yang main kayu tiga. Kalau dahulu, dikampong-kampong tugas mengkhatan anak-anak perempuan adalah dilakukan oleh bidan-bidan kampong yang sentiasa siap dan mengingatkan ibu-ibu yang melahirkan anak perempuan untuk di khatan kan kemudian. Sekarang para-para doktor ataupun pakar-pakar Obstetrik diHospital-hospital bersalin kerajaan maupun swasta ataupun bidan-bidan kerajaan tidak diberi maklum atau tidak pernah dilatih untuk mengkhatankan anak-anak perempuan, jadi perkara ini terbiar dan tertinggal begitu sahaja. Sehinggakan banyak ibu-bapa sekarang tidak sedar atau maklum tentang keperluan mengkhatan anak perempuan mereka malah untuk mencari khidmat bidan atau doktor yang menkhatankan anak perempuan juga adalah susah sekarang.
Dalam agama Islam, khatan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama dan bagi wanita ianya mampu meningkatkan kemulian dan mertabat wanita itu sendiri. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:"Kesucian (fitrah) itu ada lima: khatan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku" (H.R. Bukhari Muslim).
Faedah khatan:
Seperti yang diungkapkan oleh para ahli kedoktoran bahwa khatan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama endapan tersebut semakin banyak. Bayangkan berapa lama seseorang melakukan kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. Oleh karenanya beberapa penelitian perubatan membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhatan. Begitu juga penderita penyakit berbahaya seperti AIDS, Barah alat kelamin dan bahkan Barah rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhatan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan masyarakat non muslim di Eropa dan AS melakukan khatan.
Hukum Khatan
Dalam fikih Islam, hukum khatan berbeza antara untuk lelaki dan perempuan. Para ulama berbeza pendapat mengenai hukum khatan baik untuk lelaki maupun perempuan.
Hukum khatan untuk lelaki:
Menurut jumhur (majoriti ulama), hukum khatan bagi lelaki adalah wajib. Para pendukung pendapat ini adalah imam Syafi'i, Ahmad, dan sebagian pengikut imam Malik. Imam Hanafi mengatakan khatan wajib tetapi tidak fardlu.
Menurut riwayat populer dari imam Malik beliau mengatakan khatan hukumnya sunnah. Begitu juga riwayat dari imam Hanafi dan Hasan al-Basri mengatakan sunnah. Namun bagi imam Malik, sunnah kalau ditinggalkan berdosa, karena menurut madzhab Maliki sunnah adalah antara fadlu dan nadb. Ibnu abi Musa dari ulama Hanbali juga mengatakan sunnah muakkadah.
Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mughni mengatakan bahwa khatan bagi lelaki hukumnya wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan seorang lelaki dewasa masuk Islam dan takut khatan maka tidak wajib baginya, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membahayakan jiwa, maka khatan pun demikian.
Adapun dalil-dalil yang dijadikan landasan para ulama yang mengatakan khatab wajib adalah:
1. Dari Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khatan ketika berumur 80 tahun, beliau khatan dengan menggunakan kapak. (H.R. Bukhari). Nabi Ibrahim melaksanakannya ketika diperintahkan untuk khatan padahal beliau sudah berumur 80 tahun. Ini menunjukkan betapa kuatnya perintah khatan.
2. Kulit yang di depan alat kelamin terkena najis ketika kencing, kalau tidak dikhatan maka sama dengan orang yang menyentuh najis di badannya sehingga sholatnya tidak sah. Sholat adalah ibadah wajib, segala sesuatu yang menjadi prasyarat sholat hukumnya wajib.
3. Hadist riwayat Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah s.a.w. berkata kepada Kulaib: "Buanglah rambut kekafiran dan berkhatanlah". Perintah Rasulullah s.a.w. menunjukkan kewajiban.
4. Diperbolehkan membuka aurat pada saat khatan, padahal membuka aurat sesuatu yang dilarang. Ini menujukkan bahwa khatan wajib, karena tidak diperbolehkan sesuatu yang dilarang kecuali untuk sesuatu yang sangat kuat hukumnya.
5. Memotong anggota tubuh yang tidak boleh tumbuh kembali dan disertai rasa sakit, tidak mungkin kecuali karena perkara wajib, seperti hukum potong tangan bagi pencuri.
6. Khatan merupakan tradisi umat Islam sejak zaman Rasulullah s.a.w. sampai zaman sekarang dan tidak ada yang meninggalkannya, maka tidak ada alasan yang mengatakan itu tidak wajib.
Manakala Dalil-dalil yang Yang dijadikan landasan bahwa khatan tidak wajib adalah:
1. Salman al-Farisi ketika masuk Islam tidak disuruh khatan;
2. Hadist di atas menyebutkan khatan dalan rentetan amalan sunnah seperti mencukur buku ketiak dan memendekkan kuku, maka secara logiknya khatan juga sunnah.
3. Hadist Ayaddad bib Aus, Rasulullah s.a.w bersabda:"Khatan itu sunnah bagi lelaki dan diutamakan bagi perempuan. Namun kata sunnah dalam hadist sering diungkapkan untuk tradisi dan kebiasaan Rasulullah baik yang wajib maupun bukan dan khatan di sini termasuk yang wajib.
Hukum Khatan untuk perempuan
Hukum khatan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebahagian mengatakan itu sunnah dan sebahagian mengatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada yang mengatakan wajib.
Perbedaan pendapat para ulama berkenaan hukum khatan bagi perempuan tersebut disebabkan riwayat hadist berkaitan khatan perempuan yang masih dipermasalahkan kekuatannya. Tidak ada hadist sahih yang menjelaskan hukum khatan perempuan. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa tidak ada hadist yang boleh dijadikan rujukan dalam masalah khatan perempuan dan tidak ada sunnah yang boleh dijadikan landasan. Semua hadist yang meriwayatkan khatan perempuan mempunyai sanad dlaif atau lemah.
Hadist paling popular tentang  khatan perempuan adalah hadist Ummi 'Atiyah r.a., Rasulllah bersabda kepadanya:"Wahai Umi Atiyah, berkhatanlah dan jangan berlebihan, sesungguhnya khatan lebih baik bagi perempuan dan lebih menyenangkan bagi suaminya". Hadist ini diriwayatkan oleh Baihaqi, Hakim dari Dhahhak bin Qais.
Abu Dawud juga meriwayatkan hadist serupa namun semua riwayatnya dlaif dan tidak ada yang kuat. Abu Dawud sendiri konon meriwayatkan hadist ini untuk menunjukkan kedlaifannya. Demikian dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Talkhisul Khabir.
Mengingat tidak ada hadist yang kuat tentang khatan perempuan ini, Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa sebagian ulama Syafi'iyah dan riwayat dari imam Ahmad mengatakan bahwa tidak ada anjuran khatan bagi perempuan.
Sebagian ulama mengatakan bahwa perempuan Timur (kawasan semenanjung Arab) dianjurkan khatan, sedangkan perempuan Barat dari kawasan Afrika tidak diwajibkan khatan karena tidak mempunyai kulit yang perlu dipotong yang sering mengganggu atau menyebabkan kekurang nyamanan perempuan itu sendiri.
Apa yang dipotong dari perempuan
Imam Mawardi mengatakan bahwa khatan pada perempuan yang dipotong adalah kulit yang berada di atas vagina perempuan yang berbentuk mirip balaong(cengger) ayam. Yang dianjurkan adalah memotong sebagian kulit tersebut bukan menghilangkannya secara keseluruhan. Imam Nawawi juga menjelaskan hal yang sama bahwa khatan pada perempuan adalah memotong bahagian bawah kulit lebih yang ada di atas vagina perempuan.
Namun pada penerapannya banyak kesalahan dilakukan oleh umat Islam dalam melaksanakan khatan perempuan, yaitu dengan berlebih-lebihan dalam memotong bahagian alat vital perempuan. Seperti yang dikutib Dr. Muhammad bin Lutfi Al-Sabbag dalam bukunya tentang khatan bahwa kesalahan besar dalam melaksanakan khatan perempuan banyak terjadi di masyarakat muslim Sudan dan Indonesia.
Kesalahan tersebut berupa pemotongan tidak hanya kulit bagian atas alat vital perempuan, tapi juga memotong hingga semua daging yang menonjol pada alat vital perempuan, termasuk clitoris sehingga yang tersisa hanya saluran air kencing dan saluran rahim. Khatan model ini di masyarakat Arab dikenal dengan sebutan "Khatan Fir'aun".
Beberapa kajian perubatan membuktikan bahwa khatan seperti ini boleh menimbulkan kesan negatif bagi perempuan baik secara kesehatan maupun psikologis, seperti menyebabkan perempuan tidak stabil dan mengurangi gairah seksualnya. Bahkan sebahagian ahli perubatan menyatakan bahwa khatan model ini juga boleh menyebabkan berbagai pernyakit kelamin pada perempuan.
Seandainya hadist tentang khatan perempuan di atas sahih, maka di situ pun Rasulullah s.a.w. melarang berlebih-lebihan dalam mengkhatan anak perempuan. Larangan dari Rasulullah s.a.w. secara hukum boleh menunjukkan keharaman tindakan tersebut. Apalagi bila terbukti bahwa berlebihan atau kesalahan dalam melaksanakan khatan perempuan boleh menimbulkan kesan negatif, maka boleh dipastikan keharaman tindakan tersebut.
Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas beberapa kalangan ulama kontemporer menyatakan bahwa apabila tidak boleh terjamin pelaksanaan khatan perempuan secara benar, terutama bila itu dilakukan terhadap anak perempuan yang masih bayi, yang pada umumnya sulit untuk boleh melaksanakan khatan perempuan dengan tidak berlebihan, maka sebaiknya ditunggu sehingga bayi agak besar untuk  melakukan khatan perempuan .
Waktu khatan
Waktu wajib khatan adalah pada saat balig, karena pada saat itulah wajib melaksanakan sholat. Tanpa khatan, sholat tidak sempurna sebab suci yang yang merupakan syarat sah sholat tidak boleh terpenuhi.
Adapun waktu sunnah adalah sebelum balig. Sedangkan waktu ikhtiar (pilihan yang baik untuk dilaksanakan) adalah hari ketujuh setelah lahir, atau 40 hari setelah kelahiran, atau juga dianjurkan pada umur 7 tahun. Qadli Husain mengatakan sebaiknya melakuan khatan pada umur 10 tahun karena pada saat itu anak mulai diperintahkan sholat. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa khatan pada umut 7 hari hukumnya makruh karena itu tradisi Yahudi, namun ada riwayat bahwa Rasulullah s.a.w. mengkhatan Hasan dan Husain, cucu beliau pada umur 7 hari, begitu juga konon nabi Ibrahim mengkhatan putera beliau Ishaq pada umur 7 hari.
Walimah Khitan
Walimah artinya perayaan. Ibnu Hajar menukil pendapat Imam Nawawi dan Qadli Iyad bahwa walimah dalam tradisi Arab ada delapan jenis, yaitu : 1) Walimatul Urush untuk pernikahan; 2) Walimatul I'dzar untuk merayakan khatan; 3) Aqiqah untuk merayakan kelahiran anak; 4). Walimah Khurs untuk merayakan keselamatan perempuan dari talak, konon juga digunakan untuk sebutan makanan yang diberikan saat kelahiran bayi; 5) Walimah Naqi'ah untuk merayakan kadatangan seseorang dari bepergian jauh, tapi yang menyediakan orang yang bepergian. Kalau yang menyediakan orang yang di rumah disebut walimah tuhfah; 6) Walimah Wakiirah untuk merayakan rumah baru; 7) Walimah Wadlimah untuk merayakan keselamatan dari bencana; dan 8) Walimah Ma'dabah yaitu perayaan yang dilakukan tanpa sebab sekedar untuk menjamu sanak saudara dan handai taulan.
Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Utsman bin Abi Ash bahwa walimah khatan termasuk yang tidak dianjurkan. Namun demikian secara eksplisit imam Nawawi menegaskan bahwa walimah khatan boleh dilaksanakan dan hukumnya sunnah memenuhi undangan seperti undangan lainnya.
CARA-CARA BERKHATAN LELAKI
Apakah pilihan yang ada untuk berkhatan anak-anak lelaki? Dan setiap ibu-bapa mahu yang terbaik untuk anaknya, jadi apakah cara yang terbaik yang ada dipasaran sekarang?. Dibawah adalah senarai cara berkhatan yang ada dan pilihan tergantung pada pertimbangan anda sendiri:
1.Cara khatan konvesional 'dorsal slit'
Ini adalah cara standard yang digunakan oleh doktor-doktor dan 'Medical Assistant' disemua klinik atau hospital-hospital kementerian kesihatan Malaysia. Cara ini hanya mula digunakan dengan popular setelah pembedahan moden diperkenalkan pada kurun ke-19. Pembedahan telah diterima sebagai prosedur khatan yang utama setelah ubat pelalian (bius), antiseptic dan antibiotic digunakan.
Khatan adalah suatu proses surgeri yang perlukan kaedah suci hama yang ketat. Setelah di bius setempat ataupun dibawah 'general anaesthesia' proses khatan akan dimulakan dengan pembersihan dengan antiseptic dan kemudian gunting digunakan untuk membelah kulit 'kulup' sehingga ke belakang kepala zakar dan seterusnya memotong kulup kesekeliling kepala zakar. Kemudian semua punca-punca urat perdarahan perlu diikat dan seterusnya kulit perlu dijahit disekeliling batang zakar. Antara risiko nya adalah 5% ke 7% incidence perdarahan, infeksi 5%, kecederaan 2%, potongan tidak seimbang dan tidak rata.
2.Cara 'Laser' atau 'electrocoutry'
Adalah juga prosedur surgery seperti cara konvesional diatas cuma perbedzaan nya 'kulup' ditarik kehadapan dan disepit dengan 'forcept' dan kemudian kulup di luar bahagian penyepit itu dipotong menggunakan 'laser'(electrocoutry). Kelebihan kaedah ini adalah kurangnya perdarahan kerana dipotong dengan 'laser' tetapi luka di kulit tersebut perlu dijahit disekeliling batang zakar seperti kaedah konvesional juga.
Risiko menggunakan kaedah laser ini adalah besar sekali sekiranya berlaku kemalangan ataupun perkara-perkara yang tidak diingini, banyak kes-kes yang dilaporkan seperti terpotong sebahagian kepala zakar, tercedera lubang kencing dan yang terok sekali adalah terpotong putus batang zakar.
Laser/Electrocoutry adalah menggunakan tenaga letrik dan menyebabkan 'pembakaran tisu' semasa pemotongan kulit. Zakar lelaki adalah alat sensitif yang terdapat banyak deria saraf dan pembakaran deria saraf ini boleh memberikan kesan renjatan /sakit yang kronik setelah berkhatan. Ada juga kes 'gangrene' kulit dibatang zakar ataupun 'gangrene' di kepala zakar. Ini mungkin disebabkan oleh pengecutan saluran darah atau pun penyumbatan saluran darah akibat dari kesan pembakaran tersebut.
Negara turki telah mengharamkan pengunaan laser/electrocoutry untuk berkhatan kerana berkhatan bukan lah satu penyakit dan tidak perlu mendedahkan anak-anak kepada risiko yang begitu besar. Lihat website www.alisklamp.my untuk melihat gambar-gambar komplikasi laser.
3.CARA  "CLAMP"(sepitan)
Cara 'clamp' atau sepitan ini adalah cara khatan yang paling lama sekali diamalkan didalam dunia ini. Sebelum ada ubat pelalian lagi cara ini telah digunakan, kerana lebih mudah, cepat dan kurang menyakitkan. Dahulu kala tiada ubat pelalian (bius), jadi cara ini amat sesuai dengan hanya beremdam didalam air sejuk dan kulit zakat di kepit dan langsung dipotong dengan pisau dan luka tersebut dibalut dengan kain untuk berhentikan perdarahan. Di zaman Egyp purba kaedah sepitan kuno dapat di kesan sekitar 15,000 tahun dahulu. Di Malaysia, 'Tok Mudin' telah mengkhatan kan datuk-datuk dan moyang kita dahulu dengan mengunakan 'sepitan' yang diperbuat dari buloh ataupun tandok binatang dan memotong kulit dengan buloh ataupun 'rezal blade' seterusnya luka tersebut dibalut dengan kain untuk menahan perdarahan.
Generasi pertama alat 'clamp' moden adalah 'GOMCO Clamp" yang dikeluarkan pada tahun 1934 dan kemudian 'MOGEN Clamp' dikeluarkan pada tahu 1954. Kedua-dua clamp ini diperbuat dari "stainless steel" dan amat popular digunakan untuk berkhatan di Eropah dan di Amerika. "Clamp" logam ini tidak lagi digunakan untuk proses khatan sejak wujudnya 'clamp' pakai buang yang diperbuat dari plastik terutamanya semenjak tersebarnya penularan jangkitan Hepatitis B dan C serta HIV.
Generasi kedua alat 'clamp' pula adalah alat berkhatan yang diperbuat dari plastik dan berkonsepkan pakai buang. Antara 'clamp' yang digunakan adalah 'Plastibell', Taraclamp, Smartklamp, Sunathrone dan Ismail Clamp. 'Clamp' plastic ini banyak digunakan di negara-negara Asia.
Pada masa kini, lebih ramai orang suka menggunakan kaedah 'clamp' untuk berkhatan. Ini adalah kerana kaedah 'clamp' kurang menyakitkan, lebih cepat, kurang pendarahan, menghasilkan hasil kosmetik yang lebih cantik dan kurang risiko jangkitan.
Generasi ketiga dan terkini.
Alisklamp® adalah merupakan alat 'clamp' generasi ketiga dan terkini yang merupakan alat 'clamp' pakai buang yang diperbuat daripada plastik gred perubatan yang berkualiti tinggi, tidak toksik dan tidak memberi kesan alahan . Ianya mempunyai bentuk khas yang sempurna, menggunakan teknologi yang maju dan ciri keselamatan yang maksimum bagi menghasilkan khatan yang sempurna.
Alisklamp® telah dihasilkan oleh Dr. Verdat Ali Canoglu, seorang pakar Urologi daripada Turki. Reka bentuknya telah di 'paten'kan dan merupakan alat 'clamp' yang pertama dan satu-satunya yang mempunyai 'design'  yang mengikut bentuk semulajadi  anatomi kepala zakar. Alisklamp® telah pun dijual di seluruh dunia dan ianya mempunyai "CE MARKING" E-30-00961-08 sejak tahun 2008 dan mendapat pengiktirafan EN ISO 13485:2003.
Alisklamp® direkabentuk dan dibuat untuk mengubah proses dan konsep berkhatan konvensional atau khatan menggunakan 'clamp' logam yang telah ketinggalan zaman kepada konsep khatan yang lebih mudah dan selamat. Tiada lagi luka yag terbuka, tiada lagi pendarahan, tiada lagi jahitan, tiada lagi balutan dan tiada lagi risiko jangkitan hepatitis serta HIV. Tiada juga kebimbangan terhadap kegagalan 'clamp' atau komplikasi. Kesemua faktor di atas adalah paradigma utama yang berjaya dibawa oleh alisklamp® berbanding kaedah khatan konvensional.
Alisklamp® juga merupakan penambahbaikan yang lengkap terhadap generasi pertama 'clamp', iaitu 'clamp' logam yang sudah lapuk pada hari ini. Ianya juga merupakan penambahbaikkan yang menyuluruh terhadap 'clamp' generasi kedua seperti Plastibell, Taraklamp, Smartklamp, Sunathrone dan Ismail clamp. Alisklamp® menitikberatkan keselamatan alat 'clamp' yang digunakan. Dengan Alisklamp berkhatan dapat dilakukan semasa "lunch break" dan kemudian terus berkerja semula ataupun untuk anak-anak bersekolah ia boleh dilakukan pada hari jumaat/sabtu dan tidak perlu menunggu cuti sekolah panjang lagi.
Alisklamp® tidak hanya menawarkan kebaikan seperti yang disenaraikan di atas. Ianya juga direkabentuk dan dibuat untuk menjadi produk yang terbaik bagi menghasilkan khatan yang sempurna berdasarkan beberapa ciri di bawah:-
Teknik : Teknik menggunakan alisklamp® adalah begitu mudah, boleh dipelajari dengan mudah oleh professional bidang perubatan dan mengambil masa dari 5 ke 10 minit untuk prosedur berkhatan. Tiada peralatan lain yang diperlukan selain daripada alisklamp® dan pisau bersteril yang baru.Keselamatan : Alisklamp® direkabentuk bagi menjamin keselamatan maksimum semasa menjalankan proses khatan. Tiada kebimbangan terhadap kecederaan kepala zakar, tiada risiko untuk berlakunya pendarahan, tiada kebimbangan terhadap kegagalan 'clamp' dan tiada kebimbangan terhadap jangkitan.Sterility : Bertentangan dengan cara khatan konvesional yang melibatkan luka terbuka dan pendarahan, cara berkhatan menggunakan alisklamp® hanya melibatkan luka yang tertutup. Sterility tidaklah menjadi isu dalam menjalankan khatan cara alisklamp®, cukup sekadar menyediakan persekitaran yang bersih tanpa memerlukan apa sahaja alat yang disteril, kain  penutup dan sarung tangan yang disteril.Estetik : Hasil khatan yang dijalankan menggunakan alisklamp® tidak bergantung kepada operator yang melakukan khatan seperti dalam kaedah khatan konvensional yang bergantung kepada pengalaman dan kepakaran jurukhatan. Penggunaan 'clamp' yang betul dan sempurna akan menghasilkan rupa dan potongan estetik yang standard.Kesakitan : Tiada kesakitan semasa prosedur dijalankan, selepas prosedur, semasa membuka dan selepas membuka alisklamp®.Stress : Tiada stress dialami oleh kanak-kanak yang berkhatan kerana prosedur dijalankan tanpa menggunakan forsep atau gunting dan hanya berjalan selama 5 minit ke 10 minit.
Alisklamp® menawarkan hasil khatan yang berkualiti tinggi untuk bayi, kanak-kanak dan juga orang dewasa. Alisklamp® yang berpotongan serong merupakan antara 'clamp' yang paling selamat, ianya amat selesa kepada pengguna kerana ianya mengikut bentuk semulajadi kepala zakar yang dapat memberikan ruang yang lebih luas terutamanya untuk akomodasi pengembangan kepala zakar  semasa berlaku ereksi. Tidak ada 'clamp' pakai buang lain yang menawarkan bentuk semulajadi seperti kepala zakar yang memberi kelebihan dari segi garisan potongan, batas keselamatan dan banyaknya kulit yang dibuang .
Alisklamp® yang berpotongan serong akan memberikan potongan khatan yang sempurna selari dengan lingkaran kepala zakar. Selain itu, dengan bentuk sempurna Alisklamp®, potongan 'inner mucosa' dan kulit luar dapat dibuat pada paras yang sama dan ini menyebabkan tiada tekanan atau tarikan pada kulit luar selepas 'clamp' ditanggalkan. Masalah ini biasa berlaku pada 'clamp' yang mempunyai bentuk yang berpotongan pepat. Kelebihan ini akan mengelakkan berlakunya pemisahan mucosa dan kulit yang boleh menyebabkan parut luka terbuka semula  setelah clamp ditanggalkan yang pasti akan mengambil masa lebih lama untuk sembuh.
'Clamping zone' dengan alisklamp® diperkuatkan oleh dua  ciri utama. Pertama, 'pillar shaft' yang kuat dan kukuh memberi cengkaman yang kuat pada 'clamping zone' untuk mengepit 'mucosa' dan kulit dengan kuat bagi mengelakkan pendarahan atau gelinciran pada hujung kulit.
Kedua, 'clamping zone' akan dikunci secara automatik melalui mekanisma dua kekunci yang khas. Ini adalah merupakan ciri yang sangat penting pada alisklamp® yang tidak terdapat pada 'clamp' pakai buang lain yang ada di pasaran. Mekanisma kuncian yang kuat ini berupaya mengelakkan gelinciran pada titik cengkaman yang boleh mengakibatkan masalah seperti pendarahan atau kegagalan 'clamp'. Ini adalah ciri yang amat penting bagi khatan orang dewasa kerana alat 'clamp' perlu menahan tekanan dan tarikan semasa ereksi yang kuat.
Selain daripada itu, alisklamp® juga mempunyai bentuk bersudut yang istimewa pada bahagian lingkaran tiub di bahagian bawah. Ianya dibuat dengan sudut yang lebih besar pada bahagian bawah berbanding pada bahagian atas(dorsal). Bentuk istimewa ini yang hampir lurus akan memberi kelebihan dan kemudahan semasa mengeluarkan tiub  berbanding 'clamp' pakai buang yang lain.
Alisklamp® juga memberi kelebihan pada kes- kes penyempitan kulup ('Phymosis'). Tiub menyerong akan memberikan hujung masukan yang kecil pada bahagian dorsal, dan seterusnya memudahkan kemasukan tiub ke dalam bukaan kulit 'phymosis' yang lebih kecil. Ini secara tidak langsung mengurangkan kemungkinan untuk melakukan 'dorsal slit'.
Alisklamp® adalah alat plastik kecil yang berfungsi dengan mengepit kulit zakar dan pembuluh darah selama lebih dari 5 hari. Konsep ini adalah sama dengan konsep mengepit tali pusat pada bayi yang baru lahir. Alat alisklamp® terdiri daripada 2 komponen iaitu tiub dalaman lutsinar yang diperbuat daripada Polycarbonate dan mekanisma kepitan dan kekunci berwarna putih yang diperbuat daripada nylon. Alat alisklamp® adalah sangat ringan dan mudah digunakan.
Melalui bentuknya yang unik, Alisklamp® memberikan perlindungan sepenuhnya terhadap zakar semasa proses khatan dan memberikan hasil kosmetik yang boleh dijangka. Alisklamp® didatangkan dalam pelbagai saiz berdasarkan saiz ukur lilit kepala zakar. Ianya boleh didapati dalam saiz 12mm untuk bayi, 14,16,18 dan 20 bagi kanak-kanak; dan saiz 24, 26, 32 dan 34 bagi orang dewasa.
Alisklamp® adalah alat khatan pakai buang yang ideal untuk khatan beramai-ramai semasa cuti sekolah atau bagi rumah kebajikan memandangkan ianya hanya memerlukan masa yang singkat untuk prosedur dilakukan, dan ianya hanya memerlukan persekitaran yang bersih bagi khatan dijalankan.
Produk alisklamp® dan rekabentuknya telah melalui ujian produk yang ketat.  Ujian produk dijalankan bagi memenuhi 2 keperluan. Objektif pertama adalah untuk membantu dalam pembangunan rekabentuk kerana ianya memberikan maklumat yang tidak ternilai tentang bagaimana dan di mana produk boleh gagal dalam keadaan tertentu. Maklumat ini akan dinilai oleh pihak yang menghasilkan rekabentuk. Ianya juga merupakan jalan yang murah untuk mengurangkan risiko tuntutan liabiliti produk. Kejuruteraan produk yang tinggi dengan teknologi terkini mampu menghasilkan produk alisklamp® yang sempurna, supaya ianya tidak gagal dalam berfungsi adalah merupakan kunci kepada kelangsungan dan kejayaan alisklamp® untuk menguasai prosedur khatan seluruh dunia.
KESB Medicare Sdn. Bhd. adalah merupakan agen pengedar tunggal untuk Alisklamp® bagi negara Malaysia, Brunei, Singapura, Indonesia, Filipina, Thailand, Kemboja, Vietnam, Taiwan dan Papua New Guinea. KESB Medicare Sdn. Bhd. dengan berbesar hati ingin memperkenalkan Alisklamp® kepada rakyat 1 Malaysia untuk digunakan sebagai salah satu alat bagi perkhidmatan berkhatan yang unggul untuk manfaat anak-anak 1 Malaysia.
Layari website www.alisklamp.my untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut, pendaftaran khatan online ataupun senarai klinik-klinik alisklamp di kawasan anda atau hubungi talian bebas tol 1300 222 900 atau 03-77271360 untuk keterangan lanjut.
Dengan BERKHATAN BUKAN LAGI SATU PROSEDUR SURGERI !

1 comment:

armouris said...

lagi info tentang berkhatan di SIHAT SELALU - Kelebihan Berkhatan